MALANG (MINU Maudlu’ul Ulum) β Lingkungan hidup yang bersih, sehat, dan damai merupakan fondasi utama terciptanya proses pembelajaran yang kondusif di Madrasah. Menyadari hal tersebut, segenap warga MINU Maudlu’ul Ulum bergotong-royong menyukseskan program kolaboratif bertajuk “Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dan Gerakan Madrasah Peduli Lingkungan” yang dilaksanakan serentak pada Jumat (05/06/2026).
Kegiatan ini dipusatkan langsung di area lingkungan madrasah sejak pukul 07.00 WIB hingga selesai. Sebagaimana tercantum dalam laporan kegiatan resmi, gerakan ini melibatkan seluruh elemen madrasah, mulai dari siswa-siswi Kelas I hingga Kelas VI, Kepala Madrasah, dewan guru, staf, hingga para pengelola kantin lingkungan madrasah.
Kepala MINU Maudlu’ul Ulum menegaskan bahwa komitmen ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan bentuk tanggung jawab moral madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam untuk mencetak generasi yang memahami peran manusia sebagai khalifah fil ardh (pemimpin pelestari bumi). Mengangkat tema global “Mengakhiri Polusi Plastik”, gerakan ini difokuskan pada dua aksi utama:
1. Gerakan Nyata “Jumat Bebas Plastik”
Mekanisme pengurangan sampah ini dirancang secara sistematis melalui beberapa tahapan konkrit:
-
Sosialisasi Pra-Kegiatan: Sehari sebelumnya, para guru telah mengimbau siswa-siswi agar membawa botol minum isi ulang (tumbler) serta kotak makan pribadi dari rumah.
-
Edukasi Pembuka: Sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai, setiap wali kelas memberikan edukasi singkat selama 10β15 menit mengenai sejarah Hari Lingkungan Hidup Sedunia serta bahaya akut sampah plastik.
-
Kantin Ramah Lingkungan: Pihak pengelola kantin dilarang keras menyediakan kantong plastik sekali pakai, sedotan, maupun wadah styrofoam. Jajanan yang dibeli oleh siswa langsung ditempatkan pada kotak makan yang dibawa masing-masing.
2. Aksi Menanam Tanaman (Penghijauan Madrasah)
Selain meminimalisir sampah, madrasah juga memperbanyak pasokan oksigen alami demi kesejukan. Panitia menyediakan aneka bibit tanaman pelindung, tanaman hias, hingga Tanaman Obat Keluarga (TOGA).
Aksi penanaman diawali secara simbolis oleh Kepala Madrasah, disusul oleh perwakilan guru, dan dilanjutkan secara gotong-royong oleh seluruh siswa di area lahan kosong madrasah maupun di depan kelas masing-masing. Demi keberlanjutan program, mekanisme ‘Adopsi Tanaman’ diberlakukan, di mana setiap kelas bertanggung jawab penuh merawat tanaman tersebut melalui jadwal piket penyiraman dan pembersihan rutin.
Maksud dan Tujuan Utama Kegiatan
Melalui kegiatan berkelanjutan ini, MINU Maudlu’ul Ulum menargetkan empat capaian penting, yaitu:
-
Menanamkan Karakter Peduli Lingkungan: Membentuk kebiasaan mengurangi plastik sekali pakai sejak dini.
-
Mengurangi Sampah Domestik Sekolah: Meminimalisir volume sampah plastik, khususnya dari sisa kemasan harian.
-
Edukasi Gaya Hidup Sehat & Hemat: Mengajarkan pentingnya membawa bekal sendiri yang lebih higienis dan ekonomis.
-
Mewujudkan Madrasah Sehat (Adiwiyata): Mendukung terciptanya madrasah yang bersih, hijau, nyaman, dan bebas dari polusi sampah plastik.
Melalui pembiasaan yang konsisten sejak dini ini, diharapkan kesadaran menjaga kelestarian alam dapat melekat kuat di dalam sanubari setiap siswa-siswi MINU Maudlu’ul Ulum hingga masa depan.






